Joker di Kartu Remi: Apa dan Bagaimana

Joker pertama kali muncul di kartu remi yang dicetak pada 1860-an-hanya beberapa tahun sebelum kemunculan pertama United States Playing Card Company di Cincinnati, Ohio.

Ada beberapa yang mengatakan bahwa kata Joker berasal dari permainan Euchre. Kata “Joke” (lelucon) sudah sering didengar, kata “Joker” juga sering didengar yang berarti orang yang bercanda. Tapi konsep kartu Joker itu sendiri sebenarnya memang berasal dari permainan Euchre.

Pada 1860-an, para pemain Euchre Amerika membuat beberapa aturan baru untuk permainan ini. Aturan-aturan baru ini memerlukan kartu tambahan, yang mereka sebut sebagai Best Bower, yang merupakan kartu dengan nilai tertinggi yang ada. Pada akhirnya kartu Best Bower disebut dengan kartu Joker, atau Jolly Joker. Pabrik kartu Amerika melihat ini sebagai peluang dan dengan cepat memasukkan kartu-kartu ekstra yang berupa Joker dalam kartu remi produksi mereka. Produsen Inggris pun akhirnya juga melakukan hal yang sama pada tahun 1880-an.

Kartu Joker sering diberi desain yang unik yang berisi merek perusahaan, seperti yang dilakukan pada As Sekop. Biasanya berbentuk logo, motif bunga atau arsitektur, atau sesuatu yang sama sekali berbeda. Karakter badut yang kita kenal menjadi lebih populer setelah “Joker” secara universal diadaptasi.

Beberapa contoh karakter Joker di kartu remi
jollyjoker joker-bike joker-archangel joker-hoyle

Joker juga dibandingkan dengan The Fool di kartu Tarot yang sudah ada sejak abad ke-15. Walaupun secara fungsi ada yang sama, tetapi sebenarnya mereka tidak ada kaitannya.

343px-rws_tarot_00_fool
Kartu The Fool dari Tarot

Jaman dulu, kalau ada orang cacat, misalnya seperti “si Bongkok dari Notredam”, maka si cacat itu dihina, dicemoohin, dikucilin, dileher si cacat digantungin lonceng seperti sapi, sehingga orang bisa tau kalau mereka sedang mendekat. Si cacat dinamain “the Fool”, alias “si Bego”.

Para Pastor di jaman itu kemudian berpikir bagaimana agar si cacat yang terbuang ini bisa diterima kembali di masyarakat. Timbul ide untuk membuat si cacat lebih menarik dengan mendadaninya dengan baju, topi dan sepatu yang lucu. Supaya tidak dianggap berpenampilan seperti sapi,maka lonceng-lonceng kecil yang dipakaikan dijahit dengan manis di topi, baju dan/atau sepatu mereka. Dengan demikian si cacat tetap adalah “si Bego”, akan tetapi penampilan barunya ini membuat anak-anak merasa si Bego itu lucu. Karena bego, maka si Bego pada umumnya tidak dianggap berbahaya dan dia boleh nyelonong kesana kemari dan boleh bicara ngawur.

Oleh sebab itu, kartu Joker akhirnya dipakai sebagai pengganti sembarang kartu dan menjadi kartu yang unik. Dalam permainan Tarot, Makna kartu joker lebih identik dengan versi yang satu ini. Selain di sebut kartu dengan nilai tertinggi, pemain yang mendapatkan kartu ini tidak pasti menang dalam permainan kartu.
Referensi:

  1. Bicycle, 2016, A Brief History of the Joker Card,(http://www.bicyclecards.com/article/a-brief-history-of-the-joker-card/, diakses 13 Oktober 2016)
  2. PCobalt, 2011, Dibalik Tokoh King dalam Kartu Remi, (http://www.kaskus.co.id/thread/50df3534631243001200001a, diakses 13 Oktober 2016)

Tinggalkan Balasan